Sambil ngebuburit kali ini saya akan sedikit berbagi
cerita tentang masalah UKT (Uang Kuliah
Tinggi). Tapi singkatan aslinya “Uang Kuliah Tunggal” .
Baik,
singkat cerita saya masuk SNMPTN undangan 2014 dan masuk di prodi Ilmu
Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia. Tetapi status saya pada saat itu
masih status gantung, karena untuk fix menjadi seorang MARU ada beberapa
persyaratan yang harus saya dipenuhi. Yaitu harus membayar biaya administrasi, menghadiri
PengarahanAkademik tanggal 17 Juni dan melakukan Registrasi Akademik 18 Juni.
Tahapan
pertama saya harus membayar biaya atau registrasi administrasi terlebih dahulu,
tapi pengumuman biaya yang harus dibayar belum bisa dilihat di website resmi
pmb.upi.edu diperkirakan sebelum tanggal 9-13juni akan segera diumumkan.
Di
tanggal 27 Mei setelah pengumuman SNMPTN, saya harus menunggu berhari-hari. Dan
beberapa kali orang tua menanyakan biaya masuk yang harus dikeluarkan. Mungkin
mereka khawatir dengan biaya registrasi administrasi, ketika mendengar anak
tetangga yang 4 tahun lalu kuliah di UPI biaya masuknya nyampe puluhan juta.
Tapi dibalik tanya dan
kekhawatiran mereka, saya bertanya dalam hati “Apakah mereka punya uang untuk
biaya kuliah saya?” Dan saya sempat tidak cemas akan keadaan yang mereka
hadapi, alangkah indah bukan? Ketika mereka mengalami rasa khawatir tapi saya
masih senang dan gembiranya masuk Ilmu Komunikasi tanpa jalur tes tertulis.
Hahaha konyol bukan? Anak macam apa saya ini? Tapi itulah perasaan saya saat
itu.
Disaat proses menunggu pengumuman
Registrasi Adiministrasi, saya pun agar tidak ketinggalan info alias biar gak kudet.
Maka saya pun memfollow and join di group sosial media (twitter atau facebook).
Dan di group Facebook banyak sekali Mahasiswa Baru yang saling berkenalan dan
mencari teman yang seProdi.
Nah, suatu hari (Hahaha macam di
cerpen ajah) saya pun buka twitter, terus di TL ada info tentang UKT disalah
satu akun “@marumaru14” (Akun disamarkan). Setelah ditelusuri dan saya
simpulkan ternyata UKT itu, menggantikan sistem lama yang mana kalo tahun 2012
kebelakang itu pas pertama masuk UNIVERSITAS bayarnya belasan atau bahkan
PULUHAN juta, tetapi bayaran tiap semesternya ringan, dan menurut tetangga saya
katanya tiap semester bayarnya mulai turun secara bertahap (Misalnya dari 5
juta jadi 4 juta) ntahlah saya tidak terlalu mengerti sistem tahun lalu, yang
penting tahun lalu itu bayarnya bisa mencapai puluhan juta pas pertama kali
masuk kuliah.
Untuk sistem baru ini, dari awal
masuk nyampe lulus kuliah bayarnya tetep segitu, misalnya kalo UKT kita 7 juta
berarti nyampe lulus kuliah bayarnya 7 juta. Namun, setiap orang akan berbeda
UKTnya karna dilihat dari penghasilan/gaji orang tua dan biaya tanggungan
keluarga.
Sebenanya sistem UKT sama saja
dengan sistem lama.
Tanggal yang saya tunggu-tunggu
pun datang, tanggal 8. Pagi itu saya pun mencoba mencek web pmb.upi.edu. Dan
ternyata pengumuman UKT pun sudah bisa dilihat dengan memasukan nomor
pendaftaran, NISN dan tangga lahir.
Lalu hasil UKT saya pun keluar dan
Rp. 5.640.000 yang harus orang tua saya bayar setiap semesternya. Saya pun agak
shock, dan penasaran dengan UKT teman sekelas yang sekarang sama kuliah di UPI.
Kebetulan saya mempunyai data mereka. Dari 10 teman sekelas, hanya 2 orang yang
sama mendapatkan UKT 5,64 juta. Dan 7 orang yang lainnya mendaptkan UKT dibawah
5,64 juta.
Padahal ketika pengisian di PMB
saya mengisi gaji orang tua 2-4juta tapi ternyata dapatnya 5,64juta. Saking
penasaranya, saya langsung chating via fb dengan kakak kelas yang mendahului
masuk UPI tahun kemarin.
“ Kak, kalo UKT itu bisa turun?”
“Bisa dengan cara penangguhan, tapi pengurususannya
ribet. Dan kemungkinan susah, jarang ditanggapi oleh pihak univ”
Ok, malamnya
saya menjelaskan kalo 5,64 juta itu setiap semester tapi ketika saya melihat
raut dan mimik orang tua, mereka agak berbeda. Entah senang atau sebaliknya.
Tapi intinya kata Ayah saya selama masih bisa kerja pasti bisa membiayai kuliah
saya dan katanya untuk urusan biaya kuliah jangan khawatir karena ada simpanan.
Besoknya
tanggal 9 Juni, saya bersama Mama saya pergi ke Bank untuk membayar Registrasi
Administrasi. Dan baru ingat kalo tanggal 9 itu, ulang tahun ayah saya. Saya
gak punya kado special buat ayah, tapi malah sebaliknya ayah saya yang ngasih
kado. Tapi saya selaku anak pertamanya selalu mendo’akan supaya diberi
kesehatan dan rezeki yang melimpah.
Dan
saya pun menunggu lagi untuk pengarahan akademik di Gymnasium dan Registrasi
Akademik di BAAK. (Ntar saya paparin cerita ini)
Loncat
ketanggal 18 Juni, akhirnya saya beres proses Registrasi Akademik terus sebelum
pulang, saya diajak ke pos Advokasi Ilmu Komunikasi. Disana saya bisa curhat
apapun. Di Pos saya gak banyak ngomong Hahaa maklum masih newborn.
Tapi
nyeselnya, setelah tiba di rumah malah kepikirian pengen curhat ke kakak
Advokasi masalah UKT, namun untungnya saya dikasih nomor handphone salah satu
kakak Advokasi itu.
Beberapa
minggu kemudian di malam hari setelah pulang teraweh, saya pun memberanikan
diri untuk sms perihal UKT ke kakak Advokasi.
“Kak, saya merasa keberatan dengan UKT yang saya
dapatkan. Apakah ada penurunan UKT?” (Saya lupa lagi ngesms apa, tapi intinya
gitu)
Ternyata tidak langsung dibalas dan harus pending.
Saya
masih punya keberanian dan memberanikan
diri, malam itu juga saya menulis Pesan di Fb salah satu kakak advokasi cewek.
Dan mudah-mudahan direspon.
“ Kak, kalo
pengen UKT turun gimana yah? Karena saya merasa keberatan dengan UKT saya yang
tidak sesuai dengan penghasilan orangtua saya. Dan hanya ayah saya yang bekerja
mencari nafkah dan membiayai saya kuliah. UKT saya 5,64 juta persemester
sedangkan Ayah saya sebulan berpenghasilan 3,2 juta. Dan saya baru tahu, ketika
pengarahan di gymnasium tgl 17 juni kemarin, kalo kuliah itu hanya 4 bulan
persemester.
Dan jika
saya paparkan :
5,64 juta ×
2 semester = 11.28 juta
Kost-an /
per tahun = 4,5 juta
Total =
15,78 juta / pertahun
Belom
ditambah biaya hidup dan beli buku kuliah.
Dan
sedangkan, Ayah saya seorang satpam. 3,2 juta (Gaji) × 2 semester ( 8 bulan ) =
+_ 25juta ( 2 semester )
Hampir dari
sebagian gaji Ayah saya, hanya untuk biaya kuliah saya. Tapi bukan hanya saya
yang harus dibiayai tetapi Adik saya yang sekarang duduk di kelas 6 SD bentar
lagi masuk SMP. Jujur! Belum lagi biaya kebutuhan hidup keluarga dan biaya
kredit yang harus dilunasi ayah saya. Tapi ayah saya pernah bilang "Jangan
khawatir masalah uang kuliah mah, masih ada jaminan motor dan Ayah masih bisa
nyari nafkah selagi ayah bisa" Namun saat saya mendengar ayah ngomong itu
saya merasa kasihan melihat ayah yang harus berjuang mencari nafkah 15juta
bahkan lebih tiap tahunnya untuk anak pertamanya.
Waktu SMA
ada pendataan yang ingin mengajukan Bidikmisi, saya ikut mencobanya tapi saat
itu guru BK bilang ternyata gaji Ayah saya yang 3,2 juta itu tidak bisa
menerima Bidikimisi. Tapi saya sadar mungkin ada yang lebih berhak dari saya
untuk mendaptkan beasiswa Bidikmisi itu. Saya pusing dan saya gak suka jika
saya ada disituasi pertengahan ini, Gak suka kalo ada di situasi transisi ,
dapet bidikmisi gak bisa dan tapi kalo punya Duit banyak juga gak punya-___-
tapi bukannya saya kecewa sama yang Allah berikan, allhamdullilah saya selalu
bersyukur. Waktu pengisian data online, saya Jujur mengisi data penghasilan
orangtua 2-4 juta karna gak ada option yang 1-3 juta seingat saya. Saya kira
PTN itu beda sama PTS untuk masalah pembiayaan administrasi kuliah, tapi
nyatanya hampir sama. UKT saya turun 2 juta atau bahkan 1 juta pun syukur
alhamdullilah karna dengan demikian bisa meringankan beban orang tua khususnya
Ayah saya. Maaf sebelumnya saya tidak bicara langsung ketika di pos Advokasi
kemarin dan baru ingat setelah saya tiba dirumah. Jadi saya hanya bisa
melontarkan isi hati tentang masalah UKT lewat pesan ini. ” Dan ternyata belom ada balasan Hahaa tapi no matter :)
Kalau pun UKT saya gak bisa turun dan mentok di 5,64 juta, saya
berjanji pada diri saya sendiri
“ Saya mesti dapat beasiswa pas
kuliah nanti dan jika bisa saya mesti dapat beasiswa S2”
“Siapa pun presidennya nanti
mau pak Prabowo ataupun pak Jokowi saya mesti dapat beasiswa berprestasi saat
kuliah”
(Sebelumnya saya minta maaf bila ada salah kata dalam
penulisan dan pemaparannya, terima kasih telah mengunjungi blog saya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar